12 Filosof Besar dan Sumbangsihnya (1)

1. Socrates (469 SM-399 SM)
“All men’s souls are immortal, but the souls of the righteous are immortal and divine.”

Socrates adalah filosof dari Athena, merupakan generasi pertama dari tiga filosof besar Yunani bersama Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato, dan Plato pada gilirannya mengajar Aristoteles. Ayah Socrates seorang pemahat, sedangkan ibunya seorang bidan.

Socrates tidak meninggalkan karya tulis. Pemikirannya hanya terdapat pada catatan Plato, Xenophone. Plato selalu menggunakan nama sang guru sehingga sulit memilah gagasan Socrates yang sesungguhnya. Socrates dikenal sebagai Bapak Filsafat Moral.

Socrates berkeliling mendatangi masyarakat Athena untuk mendiskusikan suara gaib yang didengar kawannya bahwa tidak ada yang lebih bijak dari Socrates. Atas tuduhan merusak generasi muda, Socrates dihukum meminum racun.

2. Plato (427 SM-347 SM)
“I know one thing; that I know nothing.”

Nama sebenarnya Aristokles. Nama Plato (pegulat) didapat dari pelatih senamnya. Ia mendirikan Akademi Plato, sekolah tinggi pertama. Menurutnya, pena membekukan pemikiran sejati yang ditulis dalam huruf-huruf bisu. Pemikiran sebaiknya ditulis dalam dialog.

Gagasan Plato adalah Idea. Idea tidak tergantung oleh pemikiran manusia, melainkan sebaliknya. Idea adalah citra pokok dan perdana dari realitas, nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita.

Plato adalah tokoh idealisme, di mana kenyataan sejati bersifat spiritual. Para idealis percaya, ada kenyataan spiritual di balik setiap kejadian. Kekuatan spiritual tidak diukur dengan pengamatan empiris. Plato dijuluki sebagai Bapak Filsafat Idealisme.

3. Aristoteles (384 SM-322 SM)
“He who has overcome his fears will truly be free.”

Aristoteles berguru pada Plato, kemudian mengajar di Akademi Plato selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi setelah Plato wafat, kemudian menjadi guru bagi Alexander yang Agung. Atas bantuan Alexander, Aristoteles mendirikan Akademi Lyceum.

Semua benda menurut Arsitoteles bergerak ke satu tujuan. Benda tidak dapat bergerak sendiri, harus ada penggerak yang memiliki penggerak hingga penggerak pertama yang tak bergerak. Logika Aristoteles adalah sistem berpikir deduktif.

Meski sains yang dikembangkan Aristoteles lebih seperti penjelasan yang dipahami masyarakat umum (common-sense explanation), banyak teori-teori yang bertahan hingga dua ribu tahun. Karenanya, Aristoteles dijuluki Bapak Ilmu Pengetahuan.

4. René Descartes (1596-1650)
“Cogito ergo sum”

Aku berpikir maka aku ada, diutarakan oleh René Descartes (Renatus Cartesius) peletak dasar Rasionalisme dan penemu sistem koordinat Kartesius. Bahwa satu-satunya hal yang pasti ialah keberadaan seseorang yang dibuktikan bahwa ia dapat berpikir sendiri/mandiri.

Descartes mencari kebenaran dengan meragukan semua hal: meragukan keberadaan benda-benda, Tuhan, bahkan keberadaan dirinya sendiri. Dengan meragukan semuanya, Descartes membebaskan diri dari prasangka yang mungkin menuntunnya pada kesalahan.

Eksisitensi subyek yang menyangsikan tidak mungkin diragukan. Dari kebenaran yang pasti, kokoh, dan akurat, Descartes menelusuri subyek pasti berasal dari sesuatu yang lebih pasti lagi. Descartes dijuluki Bapak Filsafat Modern.

5. Baruch Spinoza (1632-1677)
“That eternal and infinite being we call God, or Nature, acts from the same necessity from which he exists.”

Baruch Spinoza (Benedito de Espinosa) filsuf berdarah Yahudi-Portugis berkebangsaan Belanda. Pemikirannya yang terkenal ialah Substansi Tunggal, yaitu Tuhan dan alam adalah satu, di mana Tuhan memiliki bentuk seluruh alam jasmaniah atau panteisme.

Substansi Tunggal adalah tanggapan Spinoza atas substansi Descartes. Dalam Ethica Ordine Geometrico Demonstrata, substansi adalah sesuatu yang ada dan dipikirkan oleh dirinya sendiri. Suatu konsep tidak membutuhkan konsep lain untuk membentuknya.

Spinoza mengajarkan Deus sive natur (Tuhan atau alam). Alam sebagai ilahi (naturans) dan; alam sebagai dirinya (naturata). Ia membantah 3 substansi realitas ala Descartes (Tuhan, jiwa, materi) melainkan satu, yaitu Allah sekaligus alam. Spinoza dijuluki Bapak Pantheisme.

6. John Locke (1632-1704)
John Locke adalah tokoh empirisme dari Inggris. Dikenal sebagai Bapak Liberalisme. Bersama Isaac Newton, karibnya, Locke dipandang sebagai salah satu figur terpenting di Era Pencerahan, sekaligus menandai lahirnya post-Cartesian (Era Pasca-Descartes).

Fitrah dasar manusia bagi Locke adalah bekerja dan memiliki. Negara harus melindungi manusia yang bekerja serta melindungi milik setiap orang yang mereka peroleh dari bekerja itu. Untuk itu diperlukan kekuasaan terpisah yang tak melulu dipegang seorang raja.

Kekuasaan dibagi menjadi legislatif, eksekutif, federatif. Gagasan ini belum sepenuhnya sesuai dengan pengertian Trias Politika masa kini, kelak disempurnakan oleh Montesquieu menjadi legislatif, eksekutif dan yudikatif (pembuat, pelaksana, pengawas undang-undang).

7. Jean-Jacques Rousseau (1712-1778)
“Man is born free, and everywhere he is in chains.”

Nama J.J. Rousseau identik dengan Revolusi Perancis yang terjadi lantaran ketidakpuasan masyarakat Perancis terhadap sistem pemerintahan yang absolut: utang banyak, pajak tinggi, serta penghamburan uang negara oleh permaisuri Raja Louise XVI, Marie Antoinette.

Pada 14 Juli 1789, masyarakat Perancis menyerang Penjara Bastille. Raja Louise XVI diminta menghapus hak-hak istimewa kaum bangsawan dan agamawan. Sejak itu berkumandanglah liberté, égalité, fraternité (kebebasan, persamaan, persaudaraan). Merupakan semboyan J.J. Rousseau.

Rousseau menulis buku berjudul Emile dan Du Contract Social. Ia menganjurkan agar Perancis melaksanakan sistem pemerintahan demokrasi (dari, oleh, dan untuk rakyat). Atas gagasannya, Rousseau dikenal sebagai Bapak Demokrasi Modern. (*/Msl)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Categories

Archives

Categories

%d bloggers like this: